Header

Insan Sesat

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
Insan Sesat

Insan Sesat

BIOGRAFI

Insan Sesat yang dibentuk tahun 2009 awalnya adalah band tribute yang khusus membawakan lagu-lagu Godbless. Personil awal kala itu adalah Asriat Ginting (gitar), Kevin ‘Cobra’ Kristianto (drums) dan Arianto Surojo (bass). Nama Insan Sesat diambil dari salah satu judul lagu ciptaan Abadi Soesman dalam album Godbless “Cermin”. Penampilan pertama mereka dalam acara Rocknite di Chic’s Music Rawamangun sempat menampilkan Teddy Sujaya (ex Godbless) sebagai drummer tamu di lagu “Raksasa”.

Tahun 2013, Asriat Ginting memutuskan untuk mulai menggarap album berisi karya original. Semenjak tahun itu pula, dua lagu ciptaannya : “100% C.A.D.A.S” dan “Menuju Neraka” mulai menghias setlist pertunjukan mereka.

“Dari judulnya, ‘Menuju Neraka’ memang terdengar seram dan sesat, padahal lagu itu sebetulnya justru adalah sindiran bagi orang-orang yang nekad mengakhiri hidup karena masalah yang sebetulnya masih bisa diatasi.” Demikian ucap Asriat Ginting mengenai salah satu lagu judul ciptaannya yang berjudul agak controversial.

Setelah melalui beberapa pergantian personil, tahun 2015 Insan Sesat resmi menjadi trio dengan formasi : Asriat Ginting (bass, lead vocal), Alit M.G Damaringrat (lead guitar, backing vocal) dan Maik Heckman (drums). Maik Heckman adalah ex drummer band jazz Chlorophyl dan sempat membuat album bersama band tersebut yang dirilis tahun 2001.

Kenapa pada akhirnya memutuskan untuk berhenti menjadi band tribute Godbless?

“Sebetulnya tidak ada yang salah dengan menjadi band tribute. Sebagai wujud kekaguman kita pada sang idola, salah satunya. Atau memang diharuskan demi tuntutan nafkah. Kamipun awalnya seperti itu, memainkan lagu-lagu Godbless sebagai wujud rasa kagum kami pada mereka yang tahun ini sudah berusia 44 tahun dan masih tetap berkarya, melakukan tur keliling Indonesia. Lalu kemudian saya berpikir, bahwa jika terus membawakan lagu-lagu Godbless, setiap tepukan tangan penonton, pujian penonton, sing along yang dilakukan penonton adalah untuk lagu-lagu Godbless yang kami mainkan, bukan untuk kami. Terbersit keinginan dan cita-cita bahwa kelak penonton akan menyanyikan lagu kami bersama-sama. Tentunya hal itu hanya bisa dicapai kalau kami merilis album berisi karya-karya kami sendiri.”

Tahun 2017 setelah memakan waktu 4 tahun, album perdana Insan Sesat akhirnya dirilis secara independen melalui label Insan Sesat (IS) Records. Mengapa memakan waktu begitu lama?

“Karena saya ingin agar setiap lagu dalam album ini berbeda, tidak ada yang mirip antara satu dengan lainnya. Sehingga seringkali lagu yang sudah jadi terpaksa dibongkar kembali karena ada bagian-bagian yang terdengar mirip dengan lagu lainnya.” Demikian jelas Asriat Ginting.

“Selain itu, kendala lainnya adalah waktu. Karena kami semua sudah memiliki pekerjaan tetap yang menyita sebagian besar waktu kami, sehingga untuk total bermusik tentunya sangat sulit. Bahkan untuk latihan rutin saja kami hanya bisa dua minggu sekali.”

“100% C.A.D.A.S” berisi 8 lagu yang seluruhnya menceritakan problematika yang dialami penduduk kota metropolitan. Perjuangan untuk bertahan hidup, kemacetan luar biasa di jalanan, reuni yang berakhir diluar harapan, hubungan manusia dengan Sang Pencipta yang tengah mencapai titik nadir adalah sebagian tema yang dihadirkan Insan Sesat di album perdananya ini.

“Semua lyric yang saya tulis adalah apa yang saya alami dan saya lihat dalam kehidupan sehari-hari.” Jelas Asriat Ginting mengenai sumber inspirasinya dalam mencipta.

“Saya nggak bisa menciptakan lyric tentang sesuatu yang tidak saya alami atau pahami.”

Perkembangan industri musik yang sekarang lebih banyak merilis album dan singel dalam format digital juga diperhitungkan oleh Insan Sesat.

“Dengan berkembangnya teknologi dalam industri rekaman sekarang ini, konsumen banyak yang memilih format digital daripada bentuk fisik seperti CD dan kaset. Oleh karena itu kami hanya berani mencetak 200 copy saja untuk album perdana ini.” Ucap Asriat.

“Anak muda sekarang beda dengan dulu. Angkatan kami menyisihkan uang jajan untuk beli kaset. Anak sekarang jajannya kuota internet. Itu sebabnya sebagian besar pembeli CD kami ada dalam range usia 30-50 tahunan.”

Lalu adakah keinginan untuk merilis album ini dalam format digital?

“Oooh, tentunya ada. Kami sedang menjajaki hal tersebut. Jika sudah siap, tentunya akan kami rilis lewat GEMUSIK.” Jawab Asriat, sekaligus menutup perbincangan di sore hari ini.

INSAN SESAT

Band Hard Rock Asal Jakarta
  • Juga dikenal sebagai: Band tribute God Bless (2009-2013)
  • Asal: Cengkareng, Jakarta Barat
  • Genre: Hard Rock
  • Tahun Aktif: 2009-sekarang
  • Label: Insan Sesat (IS) Records
  • Project Sampingan:
  • Personil Band:  Asriat Ginting (bass, lead vocal) / Alit M.G Damaringrat (lead guitar, backing vocal) / Maik Heckman (drums)
  • Mantan Personil Band: Kevin ‘Cobra’ Kristianto (drums) / Arianto Surojo (bass)
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.