Header

Brian KP feat. Asteriska – Sampai Kau Kembali (Official Lyric Video)

75

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

“Sampai Kau Kembali” itu bagian dari album Rumah, di mana album Rumah itu layaknya sebuah rumah ada elemen rindu, cinta, kasih sayang dan apa yang kita lakukan sehari-hari. Dalam kasus saya, ada anak, istri, keluarga.

“Sampai Kau Kembali” menceritakan kehilangan dan harapan. Semua pasti pernah merasakan belajar mencintai, belajar punya sesuatu, sampai akhirnya belajar kehilangan.

Lagu ini saya tulis tahun 2014. Sebenarnya mengkhayal saja waktu itu. Saya berkesan dengan film Hachiko, dan betapa setianya Hachiko menunggu pemiliknya. Dari situ, kebayang seperti apa rasanya kalau kita menunggu seseorang sampai pada titik sambil tersenyum. Maksudnya, kita harus berbesar hati menunggu, yakin kalau akan kembali, dan akhirnya sudah lewat masa sedihnya. Jadinya kita tersenyum untuk menunggu, dan tertulislah kata-kata itu: “tersenyum sampai kau kembali.” Itu yang menjadi tagline lagu ini. Poin yang ingin disampaikan adalah belajarlah tersenyum sampai apa yang dinantikan itu kembali.

Lagu ini bisa dibilang secara spiritual sangat personal bagi saya, karena waktu ditulis ini satu-satunya lagu yang saya tak pahami tentang apa. Ada tiga lagu, dan dua lagu yang lain sudah terbayang poinnya. “Tua Bersamamu” tentang istri, dan “Menghitung Langkah” tentang perjalanan karier. Tiba-tiba ada satu lagu ini, dan apa maksudnya? Saya tidak menunggu apa-apa, menunggu seseorang untuk kembali juga tidak. Cuma, entah bagaimana tetap jalan dan lancar. Entah bagaimana, saya bisa merasakan ikatan dengan lagu ini secara emosional.

Akhirnya di tahun 2016 lalu, saya mengalami proses kehilangan ibu. Tak terbayang, setelah melewati proses itu dan mendengar lagu ini lagi, terjawab kalau ternyata lagu ini tentang itu: menunggu mama saya sampai kembali. Ternyata bukan kembali ke sini, tapi kembali ke sana. Mungkin setiap orang kalau mendengar bisa mengartikannya beda-beda, cuma kalau secara personal bagi saya, dua tahun setelah lagu ini tertulis akhirnya terjawab kalau lagu ini dikasih Tuhan untuk mempersiapkan saya melewati fase itu.

Berangkat dari situ, saya putuskan untuk menyerahkan semua hasil royalti dan apa pun yang akan menjadi keuntungan dari lagu ini ke yayasan kanker, karena memang mama saya meninggal akibat penyakit itu. Setelah dicari-cari, ketemulah Hope yang didirikan Wulan Guritno dan dikenal karena Gelang Harapan-nya. Setelah mengobrol dengan Wulan dan pihak Hope, akhirnya hasil dari lagu ini akan sepenuhnya diteruskan ke sana, dan untuk ke depannya kami sedang menggodok bagaimana cara bisa bikin kampanye video dengan lagu ini juga. Nanti akan ada juga Gelang Harapan edisi “Sampai Kau Kembali”.

Dari pertama kali menulis lagu ini, sudah terngiang-ngiang di kepala kalau saya ingin perempuan yang menyanyikannya. Di kuping dan kepala saya, setiap membayangkan lagu ini harus ada suara cewek. Saya sangat menggemari band bernama Barasuara, dan di situ ada salah satu vokalisnya yang bernama Asteriska Widiantini alias Ichyl. Dia berhasil mencuri perhatian saya. Dari cara bernyanyi dan phrasing-nya itu, seolah-olah mengingatkan ke zaman saya masih kecil. Mendengar dia bernyanyi seperti mendengar ibu kita saat mengasih nasihat atau wejangan. Kebetulan lirik Barasuara juga banyak berisi wejangan, jadi kalau dengar Asteriska bernyanyi, kebayang seolah mendapat nasihat dari ibu. Alhamdulillah, respons dari Ichyl cepat dan baik. Sempat ada kendala dia sedang ke luar negeri selama beberapa bulan, jadi proses “Sampai Kau Kembali” tertunda karena saya tak mau vokalis lain. Kami tunggu sampai dia pulang dan kami take. Begitu jadi, memang itu yang ditunggu lagu itu. Bagi saya, apa yang disuarakan Ichyl benar-benar menyempurnakan. Menyempurnakan nuansa, memberi sentuhan magis.

Bagi saya pribadi, itu semua jadi membulatkan dari segi penulisan lagu dan pengolahan nuansa serta musiknya, ditambah dengan lagu itu tentang mama saya yang dulu seorang penyanyi. Hadirnya Ichyl membuat lagu itu terdengar komplet. Ada nuansa untuk ibu tapi bisa sedikit mengobatkan kerinduan dengan adanya suara wanita yang seperti ibu di situ.
(Sebagaimana dipetuahkan ke Hasief Ardiasyah)

Thanks for watching. Please kindly subscribe & like this channel.
❤️
– Brian KP-

Sampai Kau Kembali
Written by Brian KP (@BrianSO7)
Special Appearance by Cabrini Asteriska (@asteriska_)
Music Arranged by Tomo Widayat (@tomowidayat) & Tama Wicitra (@tamawicitra) for TomTam Music Production

Studio Session
Video by Acong Panuju (@conksky)
Shoot by Kang Rully (@kangrully)
Offline by Trimartono (@trimartono)
Online by Dhanis Kawistoro (@dhanisk)
Timelapse Video footage by Riku Karjalainen

This song is dedicated to my Mother (Winastiwi, 1961-2016) & all friends who fight cancer.
All benefit from Sampai Kau Kembali proceed to Cancer movement : “Hope – Gelang Harapan (@gelangharapan)”

Available on CD & Digital Services Soon.
P & C 2017 – 507 Records

Twitter & Instagram : @BrianSO7
Facebook Fanpage : Brian “Sheila On 7 – SO7”

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

You may also like ...